• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Info Kesehatan

Yuk Kenali Campak dan Cara Melindungi Keluarga Kamu! Selasa, 03 Maret 2026 09:14 WIB Pernah dengar tentang campak? Ini bukan sekadar ruam atau demam biasa, campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan bisa menyebar dengan sangat cepat dari orang ke orang. Yakes Fams udah tau belum campak itu apa? Campak adalah infeksi virus yang biasanya menyerang sistem pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama saat seseorang batuk atau bersin di dekat orang lain.  Tanda-tandanya Gimana? Gejala campak biasanya muncul beberapa hari setelah terpapar virus, dan bisa berupa: Demam tinggi Batuk dan hidung berair Mata merah dan berair Bercak putih kecil di mulut Ruam merah yang menyebar ke seluruh tubuh  Awalnya gejalanya mirip flu, tapi jika tidak ditangani, campak bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia (infeksi paru-paru) atau infeksi telinga. Yakes Fams harus tau bagaimana cara mencegahnya? Berikut cara mudah untuk melindungi diri dan keluarga dari campak: ✔ Imunisasi sesuai jadwal – Vaksin campak sangat efektif mencegah penyakit ini. ✔ Jaga kebersihan tangan dan lingkungan, terutama setelah batuk atau bersin. ✔ Tidur cukup dan makan bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh. ✔ Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Penting banget untuk nggak anggap remeh penyakit campak karena selain mudah menular, komplikasinya bisa berbahaya terutama pada anak kecil atau yang daya tahan tubuhnya lemah.  

image-newest
Info Kesehatan

Teh Hijau Minuman Sederhana dengan Banyak Manfaat Jumat, 20 Februari 2026 07:48 WIB Teh hijau bukan sekadar minuman hangat yang enak diminum kapan saja. Minuman ini sudah lama dikenal punya beragam manfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. Kandungan alami yang ada di dalam teh hijau, seperti antioksidan dan zat-zat bioaktif lainnya, bisa bantu tubuh tetap sehat dari dalam.  Apa yang Buat Teh Hijau Istimewa? Yang bikin teh hijau “spesial” adalah kandungan antioksidannya, terutama kelompok zat yang disebut catechins (termasuk EGCG). Antioksidan ini bekerja seperti “pelindung alami” di dalam tubuh, mereka bantu menangkal radikal bebas dan mengurangi peradangan, dua hal yang bisa bikin tubuh cepat lelah dan rentan terhadap gangguan kesehatan.  Manfaat Utama Teh Hijau 1. Menjaga Kesehatan Jantung Teh hijau bisa bantu jaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan memperbaiki fungsi pembuluh darah. Ini bisa berdampak positif pada risiko penyakit jantung dan stroke seiring waktu.  2. Membantu Menurunkan Berat Badan Kombinasi caffein dan antioksidan dalam teh hijau punya efek ringan dalam meningkatkan metabolisme artinya, tubuh bisa sedikit lebih efisien membakar lemak sebagai sumber energi.  3. Bantu Jaga Kadar Gula Darah Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau bisa membantu tubuh mengatur gula darah lebih baik, yang penting buat pencegahan diabetes tipe 2 atau menjaga kadar gula stabil bagi yang sudah punya risiko.  4. Bikin Otak Lebih Tajam dan Mood Lebih Stabil Teh hijau punya caffeine dalam jumlah moderat dan juga asam amino bernama L-theanine, yang bekerja bersama untuk bantu kamu tetap fokus, lebih tenang, tapi tetap waspada tanpa efek “gugup” yang sering muncul dari minuman berkafein lain.  5. Antioksidan untuk Imunitas & Perlindungan Sel Antioksidan di teh hijau bantu tubuh menekan radikal bebas yang bisa merusak sel. Ini berpotensi memberi perlindungan tambahan terhadap masalah kesehatan kronis dan memperlambat proses penuaan.  6. Potensi Dukungan untuk Menurunkan Tekanan Darah Beberapa laporan terbaru menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara teratur bisa sedikit membantu menurunkan tekanan darah walaupun efeknya tidak sebesar obat medis, ini tetap jadi langkah tambahan yang positif untuk kesehatan jantung ketika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat.  7. Membantu Mengurangi Risiko Beberapa Penyakit Kronis Walaupun tidak jadi “obat ajaib”, konsumsi teh hijau secara rutin dikaitkan dengan penurunan kemungkinan terkena beberapa penyakit serius seperti diabetes, gangguan kardiovaskular, dan bahkan beberapa jenis kanker kemungkinan ini berkaitan dengan sifat antioksidannya yang kuat.  Cara Minum Teh Hijau yang Tepat Walaupun manfaatnya banyak, minum teh hijau juga punya beberapa hal yang perlu kamu perhatikan: Tidak usah berlebihan meskipun sehat, minum terlalu banyak teh hijau (lebih dari beberapa cangkir besar tiap hari) bisa bikin tubuh “over” dari kandungan kafein atau ganggu penyerapan zat tertentu seperti zat besi.  Konsumsi tanpa gula tambahan jauh lebih sehat daripada versi manis, supaya kamu benar-benar dapat manfaat dari teh tanpa efek samping dari gula. Kalau kamu mengonsumsi obat tertentu atau punya kondisi kesehatan khusus, sebaiknya konsultasi dulu dengan tenaga medis sebelum rutin minum teh hijau sebagai bagian dari pola hidup sehat.

image-newest
Info Kesehatan

Pilihan Camilan yang Lebih Bersahabat untuk Kesehatan Liver Kamis, 12 Februari 2026 09:08 WIB Kalau kamu sedang menjaga kesehatan liver atau hati, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah apapun yang kamu makan setiap hari termasuk camilan. Kalau salah pilih, camilan yang tampak enak bisa justru bikin kerja liver jadi tambah berat. Sebaliknya, kalau kamu pilih camilan yang tepat, itu bisa bantu liver tetap sehat dan menenangkan sistem tubuh secara keseluruhan.  Kenapa Camilan Penting untuk Liver? Liver bekerja sepanjang waktu untuk menyaring darah, membersihkan racun, dan mengelola energi dari makanan yang masuk. Pola makan yang tidak seimbang termasuk snack yang tinggi gula, garam, atau lemak jahat bisa bikin liver “kelebihan beban”. Snack yang lebih sehat bisa bantu mengurangi beban itu dan mendukung langkah pencegahan penyakit liver lebih lanjut.  1. Buah Segar Buah seperti anggur, berry, atau buah lain yang tidak terlalu manis bisa jadi camilan yang aman dan menyehatkan. Buah-buahan kaya akan vitamin, serat, dan antioksidan, yang membantu liver bekerja lebih baik dan perlahan mengurangi stres oksidatif.  2. Kacang-kacangan Kacang seperti almond bisa jadi pilihan snack sehat karena mengandung lemak baik, antioksidan, dan vitamin E, semua itu bisa mendukung liver dalam mengelola lemak dan menangkal peradangan. Jadi camilan segenggam kacang tanpa garam tambahan bisa jadi pilihan yang lebih cerdas daripada keripik atau snack olahan.  3. Sayuran Kukus atau Mentah Sayuran yang dikukus atau dimakan mentah sebagai camilan seperti brokoli atau sayuran berdaun bukan hanya rendah kalori tapi juga kaya serat dan antioksidan. Ini membantu mendorong detoks alami tubuh dan bikin liver kerja lebih ringan daripada camilan tinggi lemak jenuh. 4. Alpukat & Camilan Berlemak Sehat Alpukat adalah salah satu contoh makanan mengandung lemak sehat yang baik untuk liver. Kamu bisa buat camilan sederhana seperti alpukat yang dihaluskan atau dicampur sedikit perasan lemon ini membantu memberi energi tanpa menambah kandungan lemak jahat yang justru bikin liver kerja ekstra.  5. Kombinasi Snack yang Nggak Bikin Repot Selain pilihan di atas, kombinasi sederhana seperti buah dengan yogurt atau buah dengan kacang bisa jadi camilan hemat nutrisi yang menyenangkan. Misalnya, potongan apel dengan sedikit cinnamon atau yogurt plain dengan berry, keduanya punya serat dan antioksidan yang mendukung kesehatan liver sambil tetap ringan dikonsumsi.  Tips Supaya Camilanmu Selalu Bersahabat dengan Liver Hindari camilan olahan tinggi gula dan garam seperti keripik, wafer, atau minuman manis yang bisa memperberat kerja liver. Bikin camilan sendiri di rumah supaya kamu tahu pasti apa yang masuk ke tubuhmu. Perhatikan porsi meskipun sehat, camilan tetap perlu kontrol jumlahnya supaya tidak kebablasan. Padukan camilan sehat dengan gaya hidup lain yang baik, seperti makan teratur, banyak minum air putih, dan olahraga ringan setiap hari.

image-newest
Info Kesehatan

Pentingnya Latihan Kekuatan untuk Lansia Senin, 02 Februari 2026 09:07 WIB Banyak orang berpikir olahraga untuk lansia sebaiknya ringan saja, seperti jalan santai atau senam peregangan. Padahal, menurut World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), salah satu jenis olahraga yang justru penting dilakukan di usia lanjut adalah latihan kekuatan otot atau strength training. Latihan kekuatan bukan berarti harus angkat beban berat di gym, tapi lebih pada menjaga agar otot tetap aktif dan kuat supaya tubuh tetap bugar, mandiri, dan terhindar dari risiko jatuh atau cedera. Mengapa Lansia Perlu Latihan Kekuatan? Seiring bertambahnya usia, tubuh akan kehilangan massa otot dan kepadatan tulang secara alami  kondisi ini disebut sarkopenia. Tanpa latihan kekuatan, otot bisa melemah, sendi menjadi kaku, dan aktivitas harian seperti naik tangga atau membawa barang terasa makin berat. WHO menegaskan bahwa aktivitas penguatan otot minimal dua kali seminggu dapat membantu mempertahankan kekuatan tubuh, meningkatkan keseimbangan, dan menjaga postur. Selain itu, latihan ini juga membantu metabolisme tubuh tetap aktif sehingga berat badan lebih terkontrol. Manfaat Latihan Kekuatan untuk Kesehatan Lansia Latihan kekuatan membawa banyak manfaat, bukan hanya untuk otot, tapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan. Berikut beberapa manfaat utamanya: Menjaga kepadatan tulang, mencegah osteoporosis dan risiko patah tulang. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, mengurangi risiko jatuh. Meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh lebih efisien dalam mengolah energi. Mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, karena sirkulasi darah menjadi lebih baik. Menjaga kesehatan mental, karena aktivitas fisik membantu pelepasan hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih positif. Latihan yang Aman dan Mudah Dilakukan di Rumah Latihan kekuatan tidak harus rumit atau mahal. Banyak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus, seperti: Squat ringan: berdiri dan duduk dari kursi sebanyak 10–15 kali. Push-up dinding: bersandar pada dinding dan dorong tubuh perlahan. Mengangkat botol air sebagai beban ringan untuk melatih lengan. Naik-turun tangga untuk melatih otot kaki dan keseimbangan. Kemenkes RI merekomendasikan agar lansia melakukan latihan kekuatan 2–3 kali seminggu, dengan intensitas ringan hingga sedang sesuai kemampuan, serta selalu diawali pemanasan dan diakhiri peregangan. Tips Aman Saat Mulai Latihan Sebelum memulai, pastikan tubuh dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengalami cedera. Mulailah perlahan dan dengarkan sinyal tubuh kalau terasa nyeri atau pusing, segera hentikan latihan. Gunakan alas kaki yang nyaman dan lakukan di area yang aman agar tidak mudah tergelincir. Kalau ragu, bisa konsultasi dulu ke dokter atau tenaga medis di klinik untuk memastikan jenis latihan yang paling cocok dengan kondisi tubuhmu. Latihan kekuatan adalah investasi kesehatan jangka panjang, terutama bagi lansia. Dengan otot yang kuat, tubuh jadi lebih stabil, aktivitas harian terasa ringan, dan kualitas hidup meningkat. Jadi, jangan ragu untuk mulai bergerak hari ini cukup 15–30 menit latihan sederhana di rumah sudah bisa membuat perbedaan besar. Karena tubuh yang aktif adalah kunci agar masa tua tetap sehat, mandiri, dan bahagia.

image-newest
Info Kesehatan

Panduan Gizi Seimbang untuk Usia 50 Tahun ke Atas Senin, 12 Januari 2026 08:36 WIB Memasuki usia 50 tahun, tubuh kita tidak seperti dulu lagi. Fungsi pencernaan mulai berubah, metabolisme agak melambat, dan kebutuhan nutrisi pun mengalami penyesuaian. Tapi bukan berarti harus makan sangat terbatas  yang penting adalah kualitas gizi dan ketepatan pola makan. Berikut panduan praktis agar tubuh tetap bugar, tulang kuat, dan pikiran tajam di usia lanjut. Perubahan Tubuh dan Tantangan Gizi di Usia Lanjut Seiring bertambah usia: Rasa dan indra penciuman bisa menurun, sehingga makanan terasa hambar. Fungsi pencernaan melambat, membuat penyerapan nutrisi tidak seefisien dulu. Massa otot cenderung menurun (sarkopenia), sehingga kebutuhan protein menjadi lebih penting. Risiko kekurangan vitamin dan mineral meningkat, seperti vitamin D, kalsium, vitamin B12, zat besi. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan pola makan agar tetap memenuhi kebutuhan tubuh. Prinsip Gizi Seimbang untuk Usia 50 Tahun ke Atas Berikut prinsip dasar yang bisa dijadikan acuan: Konsumsi Makronutrien yang Seimbang Karbohidrat: Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh, ubi) agar energi berkelanjutan. Protein cukup & berkualitas: Sumber protein seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, susu rendah lemak. Menurut pedoman nasional, konsumsi protein “tidak dikurangi dan tidak ditambah secara berlebihan.” Lemak sehat (tak jenuh): Gunakan minyak nabati (minyak zaitun, minyak kanola), konsumsi ikan berlemak (omega-3). Batasi lemak jenuh & lemak trans.   Perhatikan Mikronutrien Penting Kalsium & vitamin D: Sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Vitamin B12 & zat besi: Serapannya bisa menurun seiring usia; perlu perhatian agar tidak mengalami anemia atau kelelahan. Mineral lain: Kalium, magnesium, vitamin C, vitamin A  penting untuk fungsi tubuh dan sistem kekebalan.   Batasi Konsumsi Gula, Garam, & Lemak Jenuh Terlalu banyak garam meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Gula tambahan perlu dikendalikan agar tidak memicu diabetes atau kenaikan berat badan. Hindari gorengan dan makanan olahan tinggi lemak trans.   Frekuensi & Porsi yang Disesuaikan Lebih baik makan dalam porsi agak kecil tapi lebih sering (misalnya 3 kali makan utama + 1–2 camilan sehat). Gunakan bahan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna (terutama bagi yang punya masalah gigi atau pencernaan).   Cukupi Asupan Air & Serat Air sangat penting agar metabolisme, pencernaan, dan sirkulasi tetap optimal. Serat dari sayur, buah, dan biji-bijian membantu melancarkan pencernaan dan menjaga gula & kolesterol. Tips Praktis Agar Nutrisi Tetap Terpenuhi Mulai pagi dengan sarapan bergizi: misalnya bubur gandum dengan potongan buah dan susu rendah lemak. Tambahkan sayur & buah setidaknya pada setiap kali makan. Konsumsi ikan minimal 2–3 kali per minggu untuk asam lemak omega-3 & protein baik. Gunakan rempah & bumbu alami agar cita rasa tetap menarik tanpa harus menambah garam. Jika selera makan menurun, pilihlah makanan yang lebih padat nutrisi (misalnya tambahkan kacang, susu, biji-bijian). Berjemur sebentar di pagi hari untuk membantu produksi vitamin D alami (jika tidak ada kontraindikasi). Lakukan aktivitas fisik ringan secara teratur (jalan kaki, peregangan) bersama pola makan sehat untuk menjaga metabolisme & kekuatan otot. Hal yang perlu diperhatikan Setiap orang lansia bisa memiliki kondisi kesehatan khusus (misalnya penyakit ginjal, diabetes, gangguan pencernaan) sehingga kebutuhan gizi bisa berbeda. Jangan sembarangan mengonsumsi suplemen tanpa rekomendasi dokter, terutama vitamin A, D, atau mineral tertentu. Pantau status gizi secara rutin melalui pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan. Memasuki usia 50 tahun bukan berarti nutrisi jadi “kurang bebas”. Justru, dengan pola makan yang tepat, kita bisa menjaga kesehatan tubuh, tulang, jantung, dan daya pikir lebih lama. Untuk keluarga, teman, atau anggota Yakes Telkom Family di usia 50+, yuk mulai dari hal kecil: ganti nasi putih sebagian dengan yang utuh, tambahkan sayur & buah setiap hari, serta konsumsi protein berkualitas. Setiap langkah kecil yang konsisten akan membawa dampak besar.

image-newest
Info Kesehatan

Kenali, Waspadai, dan Cegah Super Flu! Selasa, 06 Januari 2026 17:28 WIB Belakangan ini istilah “super flu” makin sering muncul di pemberitaan kesehatan, terutama setelah varian baru virus influenza A tipe H3N2 yang disebut subclade K terdeteksi di berbagai negara termasuk di Indonesia. Meski namanya terdengar mengerikan, super flu ini sesungguhnya adalah bagian dari flu musiman yang sudah dikenal, namun punya beberapa ciri yang membuatnya cepat menyebar.  Apa Itu Super Flu Subclade K? Super flu adalah julukan yang diberikan masyarakat dan media untuk varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang merupakan turunan baru dari virus flu musiman. Virus ini telah beredar di banyak negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, dan juga kini di Indonesia.  Subclade K bukan virus baru yang sepenuhnya berbeda, ia masih termasuk keluarga influenza H3N2  tetapi mutasi genetiknya membuatnya lebih cepat menular dari satu orang ke orang lain dibanding varian sebelumnya. Karena kemampuan penyebarannya yang tinggi, istilah super flu pun populer, meski istilah ini bukan istilah medis resmi.  Sudah Masuk Indonesia, Tapi Keadaannya Terkendali Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa subclade K telah ditemukan di Indonesia sejak 25 Desember 2025, dengan total lebih dari 60 kasus tersebar di beberapa provinsi termasuk Jawa Timur dan Jawa Barat. Mayoritas kasus ditemukan pada usia dewasa dan anak-anak, terutama pada perempuan.  Walaupun sudah terdeteksi, Kemenkes menegaskan bahwa varian ini belum mendominasi angka kasus flu nasional dan tren influenza justru menunjukkan penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Artinya, meski ada subclade K, situasi umum flu di Indonesia belum meningkat tajam.  Bagaimana Super Flu Bekerja & Gejalanya Virus subclade K menular dengan cepat melalui cairan pernapasan dan kontak antar manusia. Gejala yang timbul biasanya mirip flu biasa, seperti: Demam Batuk Pilek Sakit tenggorokan Nyeri otot Karena gejalanya mirip influenza musiman yang umum, orang sering tidak menyadari kalau itu varian subclade K.  Para ahli jelas menyebutkan bahwa subclade K tidak terbukti lebih mematikan dibanding varian flu sebelumnya, dan kasus parah atau komplikasi berat tetap lebih mungkin terjadi pada orang yang sudah punya kondisi kesehatan tertentu.  Kewaspadaan Tanpa Kepanikan Meski belum menunjukkan lonjakan kasus secara signifikan di Indonesia, super flu tetap perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok yang rentan seperti: ✔ Anak-anak ✔ Lansia ✔ Orang dengan penyakit penyerta Karena daya tahan tubuh mereka umumnya lebih rendah dan risiko komplikasi flu bisa lebih tinggi.  Cara Melindungi Diri dan Keluarga Untuk meminimalkan risiko tertular atau menularkan super flu, berikut langkah yang direkomendasikan: Cuci tangan secara teratur Terapkan etika batuk & bersin (misalnya menggunakan tisu atau siku) Jaga kebersihan lingkungan dan ruang tertutup Istirahat cukup dan makan bergizi Gunakan masker ketika sakit atau berada di keramaian Segera periksa kesehatan jika gejala flu makin buruk Langkah-langkah sederhana ini membantu tubuh tetap kuat dan menekan penyebaran virus.

Info Terpopuler

image-popular
Info Kesehatan

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Info Kesehatan

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Info Kesehatan

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin

image-popular
Info Kesehatan

Hari Hipertensi Sedunia, Kenali Faktor Risiko & Cara Pencegahannya Selasa, 17 Mei 2022 14:21 WIB 17 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia atau dikenal dengan World Hypertension Day. Momen peringatan ini ditujukan untuk menyadarkan masyarakat terkait dengan pentingnya mengenali gejala, faktor risiko serta cara pencegahan dari penyakit hipertensi. Gerakan Hari Hipertensi Sedunia ini juga bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat dunia terkait komplikasi medis yang serius akibat hipertensi, informasi tentang pencegahannya, deteksi dini, serta tahapan pengobatannya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dimana tubuh mengalami tekanan darah di 130/80 mmHg atau lebih. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan juga stroke. Meskipun gejalanya sering tidak terlihat jelas, namun hipertensi masih dapat dideteksi serta dikontrol dengan baik. Hal tersebut seperti mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi dalam tubuh, seperti : Usia Seiring bertambahnya usia, risiko tekanan darah tinggi juga akan meningkat. Selain itu risiko hipertensi juga akan lebih sering terjadi pada pria dewasa dibandingkan wanita.   Riwayat Keluarga Penyakit Hipertensi ini juga cenderung dapat diturunkan dalam silsilah keluarga, sehingga peran serta seluruh anggota keluarga dalam mencegah atau mendeteksi dini terjadinya hipertensi sangatlah penting.   Merokok Kebiasaan buruk merokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi serta merusak lapisan dinding arteri, jika dibiarkan dapat menyebabkan arteri menyempit serta meningkatkan risiko penyakit jantung.   Obesitas Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas juga memiliki risiko tinggi akan terjadinya hipertensi. Hal ini terjadi akibat tubuh yang semakin berat dapat meningkatkan kebutuhan darah dalam memasok oksigen dan nutrisi dalam jaringan tubuh. Dengan meningkatnya aliran darah tersebut, maka dapat meningkatkan tekanan pada dinding arteri.   Konsumsi Garam Berlebih Serta Sedikit Mengkonsumsi Potasium Konsumsi garam (natrium) berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan cairan yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah. Selain itu, kurangnya konsumsi zat potasium dapat meningkatkan tumpukan kadar natrium dalam darah.   Disebabkan Oleh Kondisi Kesehatan Tertentu Kondisi kesehatan yang kronis juga dapat meningkatkan risiko hipertensi, hal ini termasuk pada penderita penyakit ginjal, diabetes, serta sleep apnea. Dalam mendeteksi dini penyakit hipertensi ini, perlu dilakukan pengecekan berkala dalam mengukur tingkat tekanan darah. Meski begitu, pengukuran tekanan darah harus tetap dilakukan sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, dr. Erwinanto. SpJP(K). dr. Erwinanto menjelaskan bahwa proses pengukuran tekanan darah di rumah sebaiknya dilakukan setiap hari, setidaknya hingga 3 sampai 4 hari berturut-turut. Kemudian pada saat pengukuran tensi, dilakukan sebanyak 2 kali pengukuran dengan jeda waktu 1 hingga 2 menit untuk memastikan nilai tensi yang didapat adalah valid. "Lebih baik 7 hari berturut-turut pada pagi dan sore hari. Tingkat tekanan darah ditentukan oleh nilai rata-rata semua pengukuran , kecuali pengukuran hari pertama. Jadi, hasil hari pertama jangan dimasukin ke perhitungan rata-rata, ya,"jelas dr. Erwinanto Hipertensi juga dapat diatasi dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti melakukan olahraga terartur, mengkonsumsi makanan sehat, mengurangi konsumsi minuman berkafein hingga berhenti merokok. Namun jika kondisi tekanan darah sudah tinggi, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter serta mengkonsumsi obat penurun tekanan darah.